Home / NTB

Eks Ketua BPD Leseng Buka Suara, Masyarakat Tuntut Transparansi Penonaktifan BUMDes

- Wartawan

Rabu, 4 Maret 2026 - 11:32 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Desa Leseng, Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa. Polemik penonaktifan BUMDes oleh pemerintah desa memicu tuntutan transparansi dari masyarakat dan sejumlah tokoh desa.(Foto istimewa)

Kantor Desa Leseng, Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa. Polemik penonaktifan BUMDes oleh pemerintah desa memicu tuntutan transparansi dari masyarakat dan sejumlah tokoh desa.(Foto istimewa)

Sumbawa,Halontb.com – Polemik penonaktifan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Leseng, wilayah Kecamatan Moyo Hulu, terus bergulir. Kali ini, suara kritis datang dari Mukhsin, mantan Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) periode 2014–2019 sekaligus mantan pengawas internal BUMDes.

Kepada media, Mukhsin menyampaikan bahwa masyarakat menginginkan adanya keterbukaan penuh dari kepala desa terkait kebijakan penonaktifan BUMDes tersebut. Pernyataan tersebut disampaikannya pada Selasa, (03/03/2026).

“Yang dituntut masyarakat itu sederhana, keterbukaan. Apa dasar penonaktifan, bagaimana kondisi keuangan terakhir, dan bagaimana langkah ke depan,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Desakan Audit dan Kejelasan Kerugian

Mukhsin mengungkapkan, masyarakat juga mempertanyakan kondisi BUMDes sejak tahun 2020 hingga 2026, termasuk selama masa tidak aktif.

* Menurutnya, perlu ada penjelasan transparan mengenai:

* Kondisi keuangan BUMDes dalam rentang waktu tersebut;

* Apakah terdapat kerugian operasional;

* Serta bagaimana pertanggungjawaban pengelolaan usaha desa selama periode berjalan.

“Masyarakat ingin tahu, apakah benar ada kerugian, berapa besarannya, dan bagaimana mekanisme pengawasannya selama ini,” katanya.

Ia menegaskan, transparansi penting agar tidak muncul asumsi atau persepsi negatif di tengah masyarakat.

Penyegaran Pengurus Harus Segera Dilakukan

Selain itu, Mukhsin menyebut masyarakat meminta agar pemerintah desa segera melakukan penyegaran kepengurusan BUMDes apabila memang itu menjadi bagian dari hasil evaluasi.

“Kalau memang arahnya penyegaran pengurus, maka segera bentuk struktur baru yang profesional dan transparan. Jangan terlalu lama vakum karena dampaknya ke ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, BUMDes memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi desa, terutama dalam mendukung pelaku usaha kecil dan meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD).

Perlu Forum Terbuka

Sebagai mantan Ketua BPD, Mukhsin menilai forum musyawarah desa menjadi ruang paling tepat untuk menyampaikan hasil evaluasi maupun laporan keuangan BUMDes kepada publik.

“Musyawarah desa itu ruang akuntabilitas. Di sana semua bisa dibuka secara transparan agar masyarakat paham,” tambahnya.

Upaya Konfirmasi Kepala Desa

Untuk menjaga prinsip keberimbangan informasi (cover both sides), Redaksi Media Halo NTB telah berupaya menghubungi Kepala Desa Leseng guna meminta klarifikasi terkait berbagai pertanyaan yang berkembang di tengah masyarakat mengenai penonaktifan BUMDes.

Upaya konfirmasi dilakukan melalui sambungan telepon serta pesan WhatsApp kepada yang bersangkutan. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat respons ataupun keterangan resmi yang disampaikan oleh Kepala Desa Leseng.

Redaksi tetap membuka ruang bagi pemerintah desa untuk memberikan klarifikasi atau hak jawab agar informasi yang disampaikan kepada publik dapat tersaji secara utuh dan berimbang.

Harapan Masyarakat

Polemik ini kini menjadi perhatian masyarakat di wilayah Kabupaten Sumbawa. Sebagian warga berharap polemik tidak berlarut dan segera menemukan solusi konkret.

Masyarakat, kata Mukhsin, tidak dalam posisi menyalahkan, namun menginginkan kepastian arah kebijakan dan keberlanjutan usaha desa.

“BUMDes itu milik desa, milik masyarakat. Jadi pengelolaannya harus terbuka dan akuntabel,” tutupnya.

Facebook Comments Box

Sumber Berita : Gatot Suherman

Berita Terkait

Khairunnisa Qariah Asal Bima Juara 1 MTQ Nasional XXXI, NTB Naik ke Peringkat 9
PPK UIN Mataram Tegaskan Proyek Laboratorium Kedokteran Tetap Berjalan, “Tidak Ada Subkon”
Dari 6 Meter Menjadi 10,5 Meter, Wajah Baru Ruas Jereweh-Benete Usai Ditangani
FORMAL Resmi Lahir Pasca OTT Bupati Lobar, Media Bersatu Tolak Praktik Pilih Kasih dan Pengkotakan Pers
Bulog NTB Terima Aspirasi Massa, Tegaskan Transparansi serta Dukung Penegakan Hukum Kasus Beras Oplosan
BPS Catat NTP NTB Naik Jadi 130,44, Daya Beli Petani Menguat
Detik-detik Mencekam Atap SMAN 7 Mataram Roboh: Siswa Panik Berhamburan, 5 Orang Terluka
Sukses Gelar Pelepasan 203 Siswa Terbaiknya di UIN Mataram, MAN Lobar Buktikan Kualitas Madrasah Unggulan

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 09:19 WITA

Komisi I DPRD Lobar Apresiasi Kenaikan Penghasilan Guru PPPK Paruh Waktu, Pemkab Siapkan Rp11 Miliar

Rabu, 23 September 2026 - 05:50 WITA

MAN Lombok Barat Terobos Batas Apresiasi: Ketua dan Wakil Ketua OSIS Terpilih Raih Beasiswa Komite

Senin, 21 September 2026 - 20:19 WITA

Estafet Kepemimpinan ORSIMA MAN Lobar Berlanjut, Kepala Madrasah Tekankan Inovasi dan Aksi Nyata

Sabtu, 19 September 2026 - 08:58 WITA

MAN Lombok Barat Gelar Pesta Demokrasi, Tiga Paslon Berebut Amanah Pimpin ORSIMA

Kamis, 17 September 2026 - 05:17 WITA

Sumbangan Dipatok Rp150 Ribu Dipersoalkan Wali Murid, SMAN 1 Narmada Tegaskan Tak Ada Paksaan

Selasa, 15 September 2026 - 12:33 WITA

Guru MAN Lombok Barat Didorong Adaptif, UNRAM Dampingi Implementasi CEFR dalam Pembelajaran Bahasa Inggris

Senin, 14 September 2026 - 00:43 WITA

Dua Siswa MAN Lombok Barat Melaju ke OMI Tingkat Provinsi 2026

Minggu, 13 September 2026 - 07:16 WITA

Sisihkan 24 Sekolah, MAN Lombok Barat Juara FUTSALSIX 2026 Lewat Laga Dramatis

Berita Terbaru