HALO NTB — LOMBOK TIMUR, Shofiul Abidin Abror, merupakan lulusan Sarjana Hukum Universitas Mataram yang dikenal sebagai sosok pemuda dengan perjalanan panjang dalam dunia organisasi, kepemudaan, dan pengabdian kepada masyarakat. Berbekal pengalaman organisasi serta pendidikan yang ditempuh, ia terus berupaya mengambil peran dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat dan mendorong kemajuan daerah.
Perjalanan pengabdiannya dimulai sejak tahun 2018 melalui wadah organisasi partai politik. Sejak awal, ia menaruh perhatian terhadap persoalan sosial, kepemudaan, dan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam kehidupan bermasyarakat.
Pada tahun 2019–2021, ia dipercaya menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Forum Mahasiswa Kantin selama dua periode kepemimpinan. Organisasi tersebut menjadi salah satu wadah penggerak mahasiswa dalam mendukung serta mengentaskan berbagai persoalan di lingkungan kampus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tidak hanya aktif di organisasi kampus, pada tahun 2020 ia juga bergabung dengan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU). Berkat keterlibatan dan komitmennya, pada tahun 2021 ia dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Ketua Bidang Kaderisasi.
Di tingkat paguyuban, ia juga dipercaya menjadi Ketua Umum Keluarga Mahasiswa Hukum Lombok Timur pada tahun 2021. Amanah tersebut menjadi bagian dari perjalanan kepemimpinannya dalam membangun solidaritas mahasiswa hukum serta mendorong kontribusi mahasiswa terhadap masyarakat.
Sementara itu, dalam organisasi sayap partai Banteng Muda Indonesia (BMI) Provinsi Nusa Tenggara Barat, ia dipercaya menduduki posisi Wakil Ketua Bidang Pemuda dan Mahasiswa pada tahun 2022.
Setelah menyelesaikan pendidikan Strata 1 pada tahun 2023, ia tetap konsisten melanjutkan pengabdiannya di dunia organisasi. Ia kemudian membentuk Banteng Muda Indonesia Cabang Lombok Timur dan dipercaya menjadi ketua pertama sejak organisasi tersebut berdiri.
Perjalanan organisasinya terus berkembang. Pada tahun 2024, ia mendapat kepercayaan untuk mengemban amanah sebagai Direktur Komunikasi Pimpinan Pusat Banteng Muda Indonesia yang berkantor di Tebet, Jakarta Selatan. Dalam posisi tersebut, ia turut menjalankan aktivitas komunikasi organisasi serta terlibat dalam agenda politik nasional, termasuk kegiatan yang berfokus pada pemenangan Pemilihan Presiden 2024.
Setelah menyelesaikan masa kepengurusan pada tahun 2026, ia kembali aktif dalam kegiatan partai politik. Pengalaman dan perjalanan panjangnya di dunia organisasi mengantarkan dirinya untuk dipercaya mewakili kalangan muda dalam struktur kepengurusan partai.
Pada tahun 2026, ia dilantik sebagai Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Lombok Timur. Amanah tersebut menjadi bagian dari komitmennya untuk terus memperjuangkan hak-hak masyarakat, menyuarakan aspirasi rakyat, serta mengambil peran dalam pembangunan melalui wadah partai politik.
Tidak berhenti pada perjalanan organisasi dan politik, tahun 2026 menjadi momentum bagi Shofiul Abidin Abror untuk mengambil langkah baru dalam perjalanan pengabdiannya.
Dengan membawa pengalaman organisasi, pendidikan hukum, serta semangat kepemudaan, ia memberanikan diri untuk berpartisipasi dalam kontestasi Pemilihan Kepala Desa Bagik Payung Serentak Tahun 2027.
Keputusan tersebut merupakan bagian dari keinginannya untuk menghadirkan gagasan, memperluas ruang partisipasi generasi muda, serta mengambil bagian secara langsung dalam pembangunan desa.
Baginya, perjalanan organisasi bukan sekadar tentang jabatan dan posisi, melainkan tentang proses belajar, membangun karakter, memperluas wawasan, serta memahami berbagai persoalan masyarakat.
“Muda Bergerak, Desa Berdampak.”
Sebuah semangat yang menjadi landasan langkahnya dalam membawa pengalaman, pengetahuan, dan pengabdian ke tengah masyarakat.
Dengan segala pengalaman yang telah diperoleh, Shofiul Abidin Abror berharap ilmu dan perjalanan organisasinya dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendorong kemajuan Desa Bagik Payung.
Semoga setiap langkah pengabdian yang dijalani senantiasa mendapat ridho Allah SWT dan menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk mewujudkan desa yang lebih maju, terbuka, dan berdampak bagi seluruh masyarakat.







