LOMBOK BARAT, Halontb.com – Sebanyak 393 jemaah haji Kelompok Terbang (Kloter) 3 Kabupaten Lombok Barat, Embarkasi Lombok dijadwalkan kembali menapakkan kaki di Tanah Air pada Kamis siang. Seluruh jemaah dilaporkan dalam kondisi sehat, utuh, dan lengkap setelah sukses menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.
Berdasarkan jadwal resmi, rombongan jemaah akan bertolak dari Bandara Jeddah pada Rabu malam waktu Arab Saudi. Pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GIA 5403 yang membawa rombongan diperkirakan mendarat di Bandara Internasional Lombok pada Kamis pukul 12.15 WITA.
Plt Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Lombok Barat, H. Suparlan, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kelancaran kepulangan ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Alhamdulillah kondisi jemaah kita sehat dan lengkap. Jumlah yang akan pulang sebanyak 393 orang. Mudah-mudahan seluruhnya tiba dengan selamat, sehat, prima, dan menjadi haji yang mabrur,” ujarnya, Selasa (2/6/2026).
Suksesnya penyelenggaraan ibadah haji bagi jemaah Kloter 3 ini tidak lepas dari koordinasi yang solid antarpetugas serta pelayanan prima yang diberikan selama di Arab Saudi. Pihak otoritas memastikan jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.
Tahun ini, para jemaah mengakui adanya lonjakan kualitas fasilitas yang cukup signifikan dibanding penyelenggaraan haji tahun-tahun sebelumnya. Perbaikan layanan yang masif tersebut dirasakan langsung oleh jemaah sejak awal kedatangan di Tanah Suci.
Peningkatan pelayanan yang paling menonjol terjadi di kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Berbagai pembenahan strategis yang dilakukan otoritas Arab Saudi dinilai sukses memberikan kenyamanan lebih baik bagi jutaan jemaah.
Menjelang detik-detik kedatangan jemaah, panitia debarkasi telah mematangkan mekanisme penjemputan yang lebih tertib di area asrama haji. Keluarga yang akan menjemput diwajibkan membawa kartu jemputan resmi yang telah didistribusikan sebelumnya oleh panitia.
“Hanya kendaraan yang memiliki kartu jemputan yang diperbolehkan masuk ke area penjemputan. Ini dilakukan agar proses penyambutan lebih tertib dan sesuai dengan kapasitas area yang tersedia,” tegas Suparlan.
Mengenai aspek logistik, panitia memastikan seluruh barang bawaan jemaah telah memenuhi regulasi penerbangan internasional. Koper utama dibatasi dengan berat maksimal 32 kilogram, sedangkan bagasi kabin atau koper tentengan dibatasi hingga 5 kilogram. Seluruh koper jemaah juga dipastikan aman karena telah melewati proses pemeriksaan X-ray yang ketat sejak dari Arab Saudi.
Untuk pemenuhan hak jemaah, setiap orang dipastikan menerima jatah air zamzam sebanyak 5 liter. Air suci tersebut akan dibagikan secara terpusat setibanya jemaah di Aula Bir Ali Asrama Haji Lombok yang menjadi lokasi utama penerimaan kedatangan.
Panitia debarkasi telah menata ruang tunggu dan tempat duduk jemaah berdasarkan kelompok dan rombongan masing-masing demi kelancaran distribusi logistik. Berbagai fasilitas penunjang seperti area istirahat, musala, hingga ruang ganti pakaian telah disiapkan secara representatif.
Di sektor kesehatan, kesiapsiagaan penuh ditunjukkan oleh tim medis dan armada ambulans yang disiagakan di lokasi debarkasi. Pengawasan kesehatan diperketat untuk memantau kondisi fisik jemaah setelah menempuh perjalanan udara jarak jauh (jetlag).
“Jemaah lansia dan pengguna kursi roda akan mendapatkan pelayanan prioritas. Begitu tiba, mereka langsung didampingi oleh petugas kesehatan dan petugas layanan khusus sehingga keluarga tidak perlu khawatir,” tambah Suparlan.
Di akhir keterangannya, H. Suparlan menitipkan pesan mendalam agar para jemaah senantiasa merawat dan menjaga nilai-nilai kemabruran haji sepanjang hayat.
Ia berharap semangat ibadah, kepedulian sosial, sikap kedermawanan, serta komitmen menjaga kedamaian yang ditempa di Tanah Suci dapat diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat. Jemaah haji diharapkan mampu menjadi teladan moral sekaligus motor penggerak dalam barisan terdepan pembangunan daerah.











