Dua Bocah Hilang Terseret Ombak di Ampenan, Polisi dan SAR Bergerak Melakukan Pencarian

- Wartawan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 00:08 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Personel gabungan dari Kepolisian dan Tim SAR saat melakukan apel kesiapan di bibir Pantai Ampenan, Mataram, Jumat (29/5/2026). (Foto: Humas Polresta Mataram)

Personel gabungan dari Kepolisian dan Tim SAR saat melakukan apel kesiapan di bibir Pantai Ampenan, Mataram, Jumat (29/5/2026). (Foto: Humas Polresta Mataram)

MATARAM, Halontb.com — Nasib nahas menimpa dua bocah di Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak besar di dua lokasi pantai yang berbeda dalam waktu yang hampir bersamaan pada Jumat (29/5/2026) sore.

Korban pertama diidentifikasi bernama Pietro Alesandro Seda (13), warga Ampenan, yang hilang di kawasan Pantai Skip. Sementara korban kedua, Anindita Mantika Muslim (9), yang juga merupakan warga Ampenan, dilaporkan hanyut di Pantai Karang Buyuk.

Merespons tragedi kembar ini, aparat kepolisian dari Polsek Ampenan langsung bergerak cepat dengan menerjunkan dua tim evakuasi ke masing-masing lokasi kejadian guna memimpin proses pencarian awal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kapolsek Ampenan, AKP Muhammad Ryanto, memaparkan bahwa berdasarkan keterangan para saksi di lokasi pertama (Pantai Skip), korban Pietro awalnya sedang berenang bersama delapan orang rekannya. Namun, kondisi cuaca yang berubah cepat memicu datangnya gelombang tinggi.

“Seluruh teman korban berhasil menyelamatkan diri ke tepi pantai. Namun saat berkumpul kembali, mereka menyadari korban tidak terlihat dan diduga kuat masih berada di laut,” jelas AKP Ryanto melalui keterangan tertulis yang diterima, Jumat malam.

Sementara itu, di lokasi kedua (Pantai Karang Buyuk), nasib malang menimpa Anindita. Bocah berusia 9 tahun tersebut dilaporkan sedang bermain di tepi pantai sebelum akhirnya ombak besar datang secara tiba-tiba dan menyeret tubuhnya ke tengah laut.

Hingga Jumat malam pukul 18.00 WITA, upaya pencarian intensif masih terus dilakukan. Polsek Ampenan telah berkoordinasi secara ketat dengan Tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (SAR) NTB untuk memperluas jangkauan penyisiran.

“Kami telah menghubungi Tim SAR NTB untuk membantu proses pencarian. Hingga sekitar pukul 18.00 WITA, kedua korban masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan. Kita berharap kedua korban segera bisa ditemukan,” ujar AKP Ryanto.

Menyikapi situasi di lapangan yang sempat memicu kepanikan warga sekitar, pihak kepolisian meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak berkerumun di sekitar area pencarian agar tidak menyulitkan ruang gerak petugas.

“Masyarakat diminta bersabar dan memberikan kesempatan kepada tim SAR serta petugas gabungan untuk bekerja. Mari kita berdoa bersama-sama agar kedua korban dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat,” tutup Kapolsek Ampenan.

Hingga berita ini diturunkan, operasi SAR gabungan yang melibatkan Polri, TNI, Basarnas, dan relawan lokal masih terus mengupayakan penyisiran di sepanjang garis pantai Ampenan meski terkendala jarak pandang malam hari dan gelombang yang relatif tinggi.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Eksekusi Lahan Tanpa Juru Sita di Babussalam, Langkah Kades Kuripan Tuai Kecaman Ahli Waris

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 07:41 WITA

Awali Tahun Ajaran Baru, MAN Lombok Barat Gelar Anugerah Prestasi untuk Inspirasi 330 Siswa Baru

Kamis, 2 Juli 2026 - 00:27 WITA

Membanggakan! Siswa MAN Lombok Barat Siap Harumkan Nama NTB di Piala Dunia Anak Indonesia 2026

Rabu, 1 Juli 2026 - 09:54 WITA

Gedung SMKN 1 Gerung Kritis: 5 Kelas Terancam Ambruk, Siswa Terpaksa Belajar di Parkir Bersekat Triplek

Sabtu, 27 Juni 2026 - 05:41 WITA

Polemik Tabungan Siswa SDN 5 Babussalam Berakhir, Seluruh Dana Dikembalikan Sebelum Tenggat Waktu

Kamis, 25 Juni 2026 - 05:09 WITA

Dana Tabungan Siswa Raib, Kades Babussalam Desak Pengembalian, Dikbud Lobar Turun Tangan

Rabu, 24 Juni 2026 - 04:53 WITA

Tabungan Siswa Ratusan Juta Diduga Dipakai Tebus Sertifikat Tanah, Oknum Guru di Lombok Barat Terancam Dipolisikan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:58 WITA

Kembalikan Figur Ayah di Sekolah, SMKN 1 Gerung Jadi Pelopor Gerakan GEMAR di NTB

Jumat, 19 Juni 2026 - 08:46 WITA

Tutup Tahun Ajaran 2025/2026, MAN Lombok Barat Panen Prestasi dan Umumkan Juara Umum

Berita Terbaru