Home / NTB

Dari Lumpur ke Harapan: Langkah Pemulihan Gubernur NTB bagi Warga Terdampak Banjir Lombok Tengah

- Wartawan

Kamis, 15 Januari 2026 - 15:33 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sentuhan empati Ketua TP PKK NTB kepada seorang ibu dan bayinya saat peninjauan lokasi banjir di Lombok Tengah.(Foto: Istimewa)

Sentuhan empati Ketua TP PKK NTB kepada seorang ibu dan bayinya saat peninjauan lokasi banjir di Lombok Tengah.(Foto: Istimewa)

Halontb.com – Bencana banjir yang melanda Kabupaten Lombok Tengah menjadi ujian nyata bagi kehadiran negara di tengah masyarakat. Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal memilih menjawab ujian itu dengan turun langsung ke lapangan, meninjau Desa Kabul, Kecamatan Praya Barat Daya, pada Rabu (14/1).

Di lokasi, Gubernur menyaksikan secara langsung dampak banjir yang tidak hanya merusak rumah warga, tetapi juga memperlihatkan kondisi sosial yang rentan. Salah satu keluarga yang ditemui tinggal di rumah sempit dengan konstruksi tidak permanen, tanpa perlindungan layak dari cuaca ekstrem.

Melihat kondisi tersebut, Gubernur memastikan pemerintah akan membangun hunian yang sehat dan layak bagi keluarga terdampak. Baginya, pemulihan pascabencana tidak cukup hanya membersihkan lumpur, tetapi juga memperbaiki kualitas hidup warga. “Rumah yang layak adalah hak dasar. Kita akan wujudkan itu,” katanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain hunian, perhatian serius juga diberikan pada sektor pendidikan. Gubernur menegaskan bahwa anak-anak korban banjir akan mendapatkan beasiswa agar tetap dapat melanjutkan sekolah. Menurutnya, bencana alam tidak boleh menjadi alasan hilangnya masa depan generasi muda NTB.

Pemerintah Provinsi NTB bersama Baznas turut menyalurkan bantuan kebutuhan pokok berupa sembako dan perlengkapan bayi. Bantuan ini menjadi langkah awal pemulihan sosial sembari menunggu program jangka menengah dan panjang dijalankan.

Dalam aspek mitigasi, Gubernur menyoroti tingginya sedimentasi pasir dan lumpur di sungai sebagai penyebab utama banjir. Pemerintah akan menurunkan alat berat untuk pengerukan, dengan kebijakan khusus agar pasir hasil pengerukan dapat dimanfaatkan oleh warga, baik untuk pembangunan rumah maupun untuk meningkatkan pendapatan.

Berdasarkan catatan sementara, banjir melanda dua kecamatan di Lombok Tengah. Desa Kabul menjadi wilayah paling terdampak dengan sekitar 250 kepala keluarga dan 250 rumah terendam. Desa Montong Ajang mencatat 50 kepala keluarga terdampak, sementara kawasan Selong Belanak di Kecamatan Praya Barat juga mengalami genangan. Proses pendataan masih terus dilakukan untuk memastikan besaran dampak secara menyeluruh.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Jalan Penghubung di Gerung Amblas, Kades Sudirman: Padahal Baru Dua Bulan jadi!
Sempat Viral soal Sewa Kasur di Kapal, Ternyata Ini Fakta Sebenarnya dari Pihak Manajemen
Ribuan Jamaah Dari Shubuh Kehujanan Ketum PBNU Pilih Batal Datang Istirahat Di Hotel
Sebut Ketum PBNU Mengecewakan, Ribuan Jamaah Majelis Badruttamam Protes Pembatalan Sepihak
Menyapa Kampung Bugis Jelang Ramadan, W. Musyafirin Gaungkan Ibadah Khusyuk dan Kepedulian Umat
Sambut HUT ke-76 & Linmas ke-64: Satpol PP Lobar Kedepankan Paradigma Melayani Masyarakat
Viral Kabar Satpol PP Lobar Diusir Saat Razia PS, Begini Fakta Sebenarnya!
Gebrakan Asosiasi Pemuda NTB: Ancam Lapor Pusat Jika Izin Koperasi Tambang Tak Beres

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 19:31 WITA

Polda NTB Tetapkan Kabid PTK Dikbudpora Bima Sebagai Tersangka Pungli Tunjangan Guru

Jumat, 27 Februari 2026 - 02:51 WITA

Breaking News: Buronan Interpol WNA Kazakhstan Ditangkap di Lombok!

Kamis, 26 Februari 2026 - 13:19 WITA

Fantastis! Polda NTB Sita Uang Tunai Rp3 Miliar Lebih dan 2,5 Kg Sabu dari Hasil Pengungkapan Kasus Narkoba

Kamis, 26 Februari 2026 - 09:48 WITA

Dari Sawah ke Halaman Pribadi? Skandal Pokir Combine Harvester KSB Dibongkar, Rp11,25 Miliar Dipertaruhkan

Kamis, 26 Februari 2026 - 09:38 WITA

Polemik Penonaktifan BUMDes Leseng, Ada Apa di Balik Kebijakan Kades?

Jumat, 20 Februari 2026 - 02:52 WITA

Grebek Mafia Beras di Kediri! Satgas Pangan NTB Amankan Terduga Pelaku Pengoplos Beras Subsidi

Kamis, 19 Februari 2026 - 14:29 WITA

Polisi Tetapkan Tersangka Kasus dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Lotim, Terancam 12 Tahun Penjara

Rabu, 18 Februari 2026 - 05:44 WITA

“Jangan Hanya Sapu Halaman Warga!” LH Sumbawa Desak Bersih-Bersih Internal, Tantang Transparansi Pemberantasan Narkoba

Berita Terbaru