Home / NTB

Kebijakan Baru Pemprov NTB, Pejabat Bungkam, Wartawan Kesulitan Akses Informasi !

- Wartawan

Selasa, 25 Februari 2025 - 01:37 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri. (Foto: Istimewa)

Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri. (Foto: Istimewa)

Halontb.comLangkah awal Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal, S.IP., M.Si., dan Wakil Gubernur Hj. Indah Dhamayanti Putri, S.E., M.I.P., dalam menata komunikasi pemerintahan langsung menimbulkan kontroversi. Dalam rapat pimpinan perdana di Ruang Rapat Tambora, Kantor Gubernur NTB, Senin (24/2), mereka menetapkan kebijakan baru: semua informasi resmi Pemprov NTB hanya boleh disampaikan melalui satu pintu, yakni Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) NTB.

Menurut Wakil Gubernur Dinda, kebijakan ini dibuat untuk memastikan informasi yang disampaikan ke publik lebih akurat dan tidak simpang siur. “Kami ingin OPD bekerja sesuai tupoksinya. Media juga tidak perlu mencari informasi ke berbagai tempat karena semuanya akan dikelola satu pintu agar lebih terstruktur dan tidak asal-asalan,” ujar Dinda.

Namun, di balik alasan tersebut, kebijakan ini justru menimbulkan efek samping yang signifikan: pejabat Pemprov NTB menjadi lebih tertutup kepada media. Sejumlah pejabat yang sebelumnya biasa memberikan keterangan langsung kini memilih bungkam atau bahkan menghindari wartawan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu contoh nyata adalah Direktur RSUP NTB, Lalu Herman Mahaputra, yang sebelumnya kerap berbicara kepada media. Saat ditanya mengenai polemik Rumah Singgah yang ramai dibahas di media sosial, ia hanya menjawab singkat, “Sudah saya press release kemarin. Silakan ke Kominfotik.”

Asisten III Setda NTB, Wirawan Ahmad, juga mengeluarkan pernyataan serupa. “Kami hanya mengikuti arahan, semua informasi harus lewat Diskominfotik,” katanya. Sementara itu, Plt Kepala BKAD NTB, Ervan Anwan, bahkan memilih menghindari wartawan yang ingin mengonfirmasi isu-isu keuangan daerah.

Kondisi ini langsung memicu protes dari kalangan jurnalis. Ketua Forum Wartawan Pemprov NTB, Marham, menyebut kebijakan ini sebagai langkah mundur dalam keterbukaan informasi publik. “Jurnalis berhak mendapatkan informasi langsung dari sumbernya, bukan hanya melalui satu pintu yang bisa saja menyaring atau menyusun narasi tertentu. Jika ini terus berlangsung, pers akan kehilangan fungsinya sebagai kontrol sosial,” tegasnya.

Menurut Marham, kebijakan satu pintu ini juga berpotensi menimbulkan bias dalam penyampaian informasi. “Diskominfotik bukan ahli di setiap bidang. Bagaimana mereka bisa memberikan informasi yang mendalam tentang persoalan di RSUP, BKAD, atau OPD lainnya? Ini akan membuat informasi yang sampai ke publik menjadi dangkal dan tidak transparan,” kritiknya.

Sementara itu, sejumlah pengamat komunikasi politik menilai kebijakan ini bisa menjadi alat kontrol informasi yang berbahaya jika tidak diawasi dengan baik. “Jika semua pernyataan harus disaring satu lembaga, maka potensi terjadinya framing informasi sangat tinggi. Hal ini bisa mengurangi kepercayaan publik terhadap pemerintah,” ujar salah seorang pakar komunikasi.

Di tengah kritik dan polemik yang berkembang, Pemprov NTB belum memberikan sinyal akan merevisi kebijakan ini. Sementara itu, para jurnalis tetap berupaya mencari celah agar mereka bisa menjalankan tugasnya dalam menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat.

Apakah Pemprov NTB akan bersikap lebih fleksibel dalam kebijakan ini? Ataukah kebijakan satu pintu ini akan terus dipertahankan meski mendapat gelombang kritik dari para jurnalis? Publik menunggu jawabannya.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Detik-detik Mencekam Atap SMAN 7 Mataram Roboh: Siswa Panik Berhamburan, 5 Orang Terluka
Sukses Gelar Pelepasan 203 Siswa Terbaiknya di UIN Mataram, MAN Lobar Buktikan Kualitas Madrasah Unggulan
Jalan Rusak di Teluk Gok Tak Kunjung Diperbaiki: Anak Sekolah Kesulitan, Jenazah Ditandu hingga Warga Sakit Harus Naik Perahu
Sentuhan Kasih PLN untuk Anak Negeri, 56 Anak Yatim Desa Teros Terima Santunan Penuh Haru
Hingga Hari ke-17, 4.709 Jemaah dan Petugas Haji NTB Telah Tiba di Arab Saudi
Pemprov NTB–BBPOM Mataram Perkuat Pengawasan Obat dan Makanan di Era Digital
Resmi! Komdigi Batasi Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Pemprov NTB Siap Kawal
Menjelang Idul Adha, 30 Ribu Hewan Ternak NTB Tembus Pasar Nasional, Karantina Pastikan Bebas PMK

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 16:57 WITA

Ikhlas Qurban Menuju Ridhomu: Takmir Masjid Manbaul Barakah Dasan Geres Selatan Salurkan 11 Sapi

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:09 WITA

Aksi Nyata Paguyuban Pasundan Lombok: Salurkan 3 Sapi Kurban Tepat Sasaran demi Rawat Toleransi di NTB

Rabu, 27 Mei 2026 - 09:53 WITA

Anggota DPRD NTB Lalu Irwansyah Triadi Salurkan Sapi Qurban untuk Warga Sekotong Tengah

Rabu, 27 Mei 2026 - 07:43 WITA

Idul Adha 1447 H, Miq Tuan Dar Salurkan Hewan Kurban untuk Warga di Sejumlah Wilayah Lombok Barat

Rabu, 27 Mei 2026 - 05:01 WITA

Idul Adha 2026, Polda NTB dan Jajaran Distribusikan 261 Ekor Hewan Kurban ke Masyarakat

Berita Terbaru