LOMBOK BARAT ,Halontb.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Lombok Barat selama beberapa hari terakhir mengakibatkan infrastruktur jalan kabupaten penghubung Desa Tempos dan Desa Banyu Urip, Kecamatan Gerung, amblas pada Selasa (24/2/2026).
Peristiwa ini memicu keprihatinan mendalam lantaran proyek jalan tersebut baru saja rampung dikerjakan pada akhir tahun 2025 lalu atau sekitar dua bulan lalu.
Kepala Desa Tempos, Sudirman, mengonfirmasi bahwa amblasnya jalan terjadi sekitar Selasa siang. Derasnya arus sungai akibat curah hujan tinggi menyebabkan tebing penyangga jalan longsor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kejadiannya hari Selasa (24/2). Karena debit air Sungai Dodokan terlalu tinggi dan hantaman arus sangat deras berhari-hari, akhirnya tebingnya ambrol,” ujarnya, Kamis (26/2).
Sudirman merinci, kerusakan jalan tersebut tergolong cukup parah dan berdampak signifikan terhadap akses transportasi warga. Panjang ruas yang ambles diperkirakan mencapai sekitar 10 meter. Dari lebar awal jalan sekitar 3 meter, kini hanya tersisa separuhnya akibat longsor.
“Setengah badan jalan mencapai sekitar 10 meter amblas dan lebarnya sekitar 3 meter, dan sekarang tersisa hanya setengahnya,” tegasnya.
Untuk sementara waktu, kendaraan roda empat dilarang melintas secara total, sementara kendaraan roda dua masih diperbolehkan melintas dengan pengawasan ketat demi keselamatan pengguna jalan.

Yang menjadi sorotan utama adalah usia jalan yang tergolong seumur jagung. Jalan ini baru saja selesai dikerjakan sekitar dua bulan lalu. Sudirman mengungkapkan bahwa sebelum ambruk total, sempat muncul retakan di permukaan jalan yang hanya diperbaiki dengan lapisan aspal tipis.
“Awalnya retak, sempat dilas (tambal) pakai aspal lagi. Tapi karena hantaman banjir lebih keras, akhirnya ambruk. Mengingat ini baru dibangun, belum tiga bulan, paling tidak masih ada masa pemeliharaan. kami mohon Balai Jalan untuk atensi pihak rekanan (kontraktor). Kok cepat sekali ini ambruk,” tegasnya.
Pihak Pemerintah Desa Tempos telah bergerak cepat dengan menghubungi Balai Jalan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Barat secara lisan. Saat ini, pihak desa sedang menyiapkan surat resmi kepada Bupati Lombok Barat dengan tembusan ke dinas terkait.
Amblasnya ruas jalan tersebut berdampak luas bagi masyarakat di dua desa dan wilayah sekitarnya. Setidaknya tiga sektor terdampak langsung akibat kerusakan ini.
Pada sektor pendidikan, para pelajar yang hendak menuju wilayah Gerung terpaksa mencari jalur alternatif. Di sektor ekonomi, distribusi hasil pertanian dan kebutuhan pokok menuju pasar menjadi terganggu. Sementara itu, pada sektor pemerintahan, akses warga menuju kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Lombok Barat di Giri Menang ikut terhambat.
“Harapan masyarakat adalah segera diperbaiki. Minimal ditimbun dulu atau dilakukan langkah antisipasi agar akses tidak putus total. Ini jalur vital, kalau ambruk semua, warga harus memutar jauh ke arah Rincung,” tutup Sudirman.
Sumber Berita : Taufik Natanagara






























