HALO NTB — LOMBOK TENGAH, Ketika perhatian publik mulai tertuju pada deru mesin dan persaingan para pembalap dunia di Pertamina Mandalika International Circuit, ada pekerjaan lain yang berlangsung jauh dari sorotan kamera.
Tiga hari menjelang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) justru meningkatkan intensitas pengawasan terhadap sistem kelistrikan yang menopang berbagai aktivitas di dalam kawasan sirkuit.
MotoGP bukan hanya tentang lintasan dan pembalap. Di balik berlangsungnya sebuah event olahraga internasional, terdapat berbagai fasilitas yang harus beroperasi secara bersamaan. Karena itu, kesiapan sistem kelistrikan menjadi bagian yang ikut menentukan kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
PLN kini melakukan monitoring secara berkala terhadap kondisi sistem sekaligus memantau berbagai parameter kelistrikan.
Enam titik menjadi perhatian utama PLN, yaitu Race Control, Main Pit Building, Medical Center, Paddock Area, VIP Deluxe dan TV Compound.
Dari ruang kendali balapan, fasilitas medis, area paddock hingga kebutuhan penyiaran, seluruh titik tersebut menjadi bagian dari ekosistem penyelenggaraan MotoGP yang harus terus mendapat dukungan kelistrikan.
Pengawasan juga dilakukan bersama tim engineer MotoGP Sports Entertainment Group (SEG). Kolaborasi teknis tersebut diarahkan untuk memantau perubahan beban listrik secara aktual dan menyesuaikan kebutuhan dengan aktivitas yang berlangsung di kawasan sirkuit.
Artinya, PLN tidak hanya memastikan listrik tersedia, tetapi juga terus melihat bagaimana perubahan aktivitas di lapangan memengaruhi kebutuhan kelistrikan.
General Manager PLN UIW NTB, Yondri Zulfadli, mengatakan monitoring dilakukan secara berkala hingga seluruh rangkaian event selesai.
“Kami terus melakukan monitoring secara berkala terhadap parameter kelistrikan di seluruh titik yang menjadi bagian dari operasional MotoGP. Bersama tim engineer MotoGP, kami juga memantau setiap perubahan beban di enam titik utama agar kebutuhan kelistrikan dapat terus disesuaikan dengan kondisi operasional di lapangan,” ujarnya.
Pengawasan intensif ini merupakan kelanjutan dari persiapan yang telah dilakukan PLN sebelumnya.
Sejumlah peralatan telah diperiksa dan diuji, di antaranya Uninterruptible Power Supply (UPS), Unit Gardu Bergerak (UGB), panel kontrol serta gardu hubung.
Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan setiap perangkat mampu berfungsi sesuai kebutuhan dan memiliki keterhubungan dengan sistem kelistrikan yang digunakan di lapangan.
Kini, ketika waktu menuju balapan semakin singkat, PLN memastikan fase persiapan tersebut berlanjut menjadi pengawalan operasional.
Personel, peralatan dan sistem operasi terus dimonitor hingga seluruh agenda Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 berakhir.
Bagi publik, keberhasilan dukungan kelistrikan mungkin justru terlihat ketika semuanya berjalan tanpa gangguan. Namun di balik itu, terdapat pengawasan berlapis dan koordinasi teknis yang terus berlangsung untuk memastikan panggung MotoGP Mandalika tetap dapat berjalan sebagaimana mestinya.









