DEPOK, Halontb.com – Di balik kemeriahan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, terdapat sistem kelistrikan yang harus bekerja tanpa boleh gagal.
Bagi PT PLN (Persero), momentum 17 Agustus bukan hanya soal memastikan listrik tersedia. Tantangannya adalah menjaga agar sistem tetap andal ketika jutaan aktivitas masyarakat, kegiatan pemerintahan, hingga agenda kenegaraan berlangsung secara bersamaan di berbagai daerah.
Karena itu, PLN menyiapkan pengamanan kelistrikan dengan skala besar. Lebih dari 45 ribu personel dikerahkan dan ditempatkan di 2.275 titik siaga di seluruh Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan persiapan telah dilakukan sejak awal Agustus dengan memeriksa seluruh rantai pasok kelistrikan.
“Sejak awal Agustus, PLN sudah bergerak full. Kami sudah cek satu per satu, mulai dari pembangkit, gardu induk, jaringan transmisi, sampai jaringan distribusi,” ujar Darmawan dalam konferensi pers dari PLN Unit Pelayanan Pelanggan Flores Bagian Barat, Manggarai Barat, Sabtu malam (15/8).
Dari sisi kapasitas, PLN memproyeksikan beban puncak pada 17 Agustus mencapai 42,6 GW. Angka tersebut masih berada di bawah daya mampu pembangkit nasional yang mencapai 51,6 GW.
Dengan selisih sekitar 9 GW, sistem kelistrikan nasional memiliki cadangan daya sekitar 21,1 persen.
Tetapi PLN tidak ingin menjadikan cadangan daya sebagai satu-satunya jaminan. Sebab, keandalan listrik bukan hanya ditentukan oleh cukup atau tidaknya pembangkit, tetapi juga bagaimana listrik tersebut disalurkan hingga sampai ke titik pengguna.
Karena itu, PLN menyiapkan ribuan peralatan pendukung untuk menghadapi berbagai kemungkinan gangguan.
Sebanyak 1.517 unit genset, 559 unit UPS, dan 1.286 unit gardu bergerak disiapkan sebagai sistem pendukung pasokan. Untuk mempercepat mobilisasi personel dan peralatan, PLN juga menyiagakan 75 unit kabel bergerak, 318 truk crane, 3.424 mobil operasional dan 3.583 motor operasional.
Skema pengamanan paling ketat diterapkan untuk kegiatan di Istana Kepresidenan.
Di lokasi tersebut, PLN menyiapkan sistem pengamanan hingga lima lapis. Sistem tersebut mencakup pembangkit, penyulang, SCADA, UPS hingga genset.
Artinya, PLN tidak hanya menunggu gangguan terjadi. Sistem dirancang agar memiliki sejumlah lapisan cadangan sehingga apabila salah satu sumber mengalami gangguan, pasokan dapat segera dialihkan melalui sistem berikutnya.
“Seluruh sumber daya dipersiapkan dengan matang di berbagai titik,” kata Darmawan.
Pengamanan tersebut dilakukan secara nasional, tetapi tetap mempertimbangkan kondisi spesifik setiap wilayah.
Hal itu terlihat dari langkah PLN dalam menangani sistem kelistrikan Kalimantan yang sebelumnya mengalami gangguan pada sisi pembangkit. PLN kemudian mendapatkan tambahan pasokan dari dua pembangkit sehingga kondisi sistem secara bertahap semakin kuat.
“Untuk sistem Kalimantan yang sempat mengalami gangguan pembangkit, hari ini sudah berangsur pulih. Ada tambahan pasokan dari dua pembangkit sehingga sistem Kalimantan semakin kuat dan membaik, kami akan terus kawal,” ujar Darmawan
Pada saat yang sama, PLN juga menghadapi tantangan lain di Flores, NTT, setelah terjadi gempa. Sebanyak 11 gardu induk yang terdampak dilaporkan telah kembali bertegangan dan proses pemulihan menuju pelanggan terus dilakukan
Gambaran tersebut memperlihatkan bahwa kesiapan PLN menghadapi HUT ke-81 RI tidak hanya berlangsung di ruang pengendalian sistem, tetapi juga di lapangan. Petugas harus memastikan jaringan tetap aman, melakukan pemulihan ketika terjadi gangguan, sekaligus menjaga kesiapan cadangan pasokan.
Koordinasi lintas sektor pun diperkuat. PLN berkoordinasi dengan Kementerian ESDM, Kementerian Sekretariat Negara, Sekretariat Kabinet, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara, serta pemerintah daerah dan unsur TNI-Polri di wilayah yang mengalami kondisi khusus.
Bagi Darmawan, pekerjaan tersebut merupakan bagian dari bentuk pengabdian PLN dalam mengisi kemerdekaan.
“Momentum untuk kembali mengingat perjuangan para pendahulu yang telah mengorbankan tenaga, pikiran, bahkan jiwa dan raganya untuk kemerdekaan Indonesia,” ujarnya.
Kini, ketika Indonesia memasuki usia 81 tahun, PLN ingin memastikan satu hal sederhana tetapi sangat fundamental: berbagai perayaan kemerdekaan dapat berlangsung dengan listrik yang andal.
“PLN hari ini all out, fokus total. Kami siap mengawal kelistrikan HUT ke-81 RI di seluruh tanah air,” tegas Darmawan.
Editor : Reza










